Menyongsong Masa Emas Properti di Cisauk

Kawasan Cisauk sekian tahun yang lalu masih dianggap sebagai “tempat jin buang anak”. Kawasan itu juga terkenal sebagai kawasan yang sangat berdebu kala musim panas dan sangat becek saat musim hujan tiba. Waktu itu, jangankan dilirik sebagai kawasan untuk tempat tinggal, banyak orang bahkan sama sekali awam dengan kawasan tersebut.

Namun, masa-masa itu sudah berlalu. Sekarang Cisauk sudah menjadi kawasan yang padat penduduk dan mulai bertumbuh. Seiring dengan banyaknya pengembang yang masuk kawasan itu. Bukan hanya rumah tapak, apartemen pun sudah menjamur di kawasan tersebut. Tidak hanya itu, beberapa developer berencana membangun properti skala kota di Cisauk.

Stasiun Cisauk awalnya hanya stasiun kecil dan kereta dari dan menuju Cisauk pun tidak banyak. Untungnya bersamaan dengan beroperasinya double track atau jalur kereta api ganda, Cisauk jadi mudah di jangkau, bahkan hingga larut malam.

Bahkan di awal tahun ini Cisauk makin naik daun dengan beroperasi dan terintegrasinya Stasiun Cisauk dengan pengembangan kawasan Intermoda BSD City yang berorientasi pada kemudahan akses transportasi publik. Gedung baru Stasiun Cisauk sudah resmi beroperasi pada 1 Februari 2019 lalu.

Berdiri di atas lahan seluas 11.440 m2, Stasiun Cisauk dibangun dengan konsep arsitektur futuristik serta dilengkapi fasilitas-fasilitas yang mengakomodasi kebutuhan masyarakat. Stasiun Cisauk memiliki dua lantai, dilengkapi eskalator dan lift yang memudahkan pergerakan penyandang disabilitas.

Di lantai dua stasiun dibangun jembatan penghubung di atas udara atau skywalk sepanjang 350 meter yang mempermudah penumpang Stasiun Cisauk menuju ke Terminal Shuttle Bus BSD Link, dan Pasar Modern Intermoda BSD City. Pembangunan skywalk Stasiun Cisauk ini adalah bentuk integrasi transportasi publik di BSD City dan cikal bakal tata ruang campuran yang memaksimalkan penggunaan angkutan massal atau Transit Oriented Development (TOD).

Stasiun Cisauk melayani KRL Commuter Line rute perjalanan Jakarta (Stasiun Tanah Abang) – Rangkas Bitung (Stasiun Maja). Stasiun ini merupakan penopang transportasi massal yang melayani penumpang dari BSD City ke Jakarta dan sebaliknya. Diperkirakan Cisauk akan makin bertumbuh dengan semakin banyaknya fasilitas yang terus dibangun oleh pengembang Bumi Serpong Damai (BSD), termasuk terminal bus yang akan dihibahkan oleh Sinar Mas Land ke Pemerintah Kabupaten Tangerang.

Megahnya Stasiun Cisauk ini juga sempat viral beberapa waktu lalu. Akibat hal itu, diperkirakan Cisauk akan makin populer sebagai destinasi baru milenial mencari hunian dengan harga yang relatif lebih terjangkau sebagai kawasan penyangga Jakarta.

Sebelum viralnya Stasiun Cisauk, banyak pengembang yang mulai membangun di Cisauk, antara lain PT Graha Nuansa Asri sebagai pengembang Golden Park @Serpong. Pengembang ini memilih Cisauk sebagai lokasi pengembang karena melihat pesatnya pembangunan infrastruktur Cisauk, kawasan yang relatif masih asri, dan harga lahan yang relatif terjangkau.

Selain pengembang swasta, pengembang Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Adhi Commuter Properti, yang merupakan anak usaha dari PT Adhi Karya (Persero) Tbk mengembangkan hunian berbasis Transit Oriented Development (TOD) dengan nama Cisauk Point. Tidak tanggung-tanggung, peletakan batu pertama Cisauk Point, bahkan dihadiri tiga menteri sekaligus, yakni Menteri BUMN, Menteri Perhubungan, dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Cisauk Point terdiri dari 6 tower dengan 2.641 unit hunian, dengan tahap pertama yang akan dibangun sebanyak 832 unit.

Kelak Cisauk juga akan makin diminati oleh para pencari rumah dan juga investor. Pasalnya, selain stasiun, Cisauk juga didukung dengan dengan Tol JORR yang ke depannya akan terkoneksi dengan Balaraja.

Diperkirakan kawasan Cisauk bakal jadi pusat kegiatan masyarakat, bukan hanya masyarakat yang bermukim di Serpong, melainkan juga di wilayah-wilayah lain di sekitarnya. Nantinya di kawasan ini, masyarakat bisa berganti moda transportasi dengan mudah menuju pusat Kota Jakarta atau ke kota-kota lainnya. Dari tempat tinggalnya, cukup berjalan kaki, menggunakan kendaraan umum berjarak pendek, atau kendaraan pribadi menuju kawasan intermoda.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *