Lima Kunci Sukses Investasi di Singapura Ini Ada di UrbanAce

Diskusi agen, calon konsumen, PropNex, dan UrbanAce. (foto: UrbanAce)

Economist Intelligence Unit merilis daftar kota termahal di dunia 2019. Kota termahal untuk ditinggali nomor wahid tidak lain, tidak bukan adalah Singapura.

Akan tetapi Singapura tidak sendiri berada di posisi puncak, Paris dan Hong Kong juga berada di nomor 1. Survei tahunan ini mengevaluasi biaya di lebih dari 150 item, di 133 kota seluruh dunia. Adapun 10 besar kota termahal ini sebagian besar didominasi oleh kota-kota di Asia dan Eropa.

Selain Singapura dan Hong Kong, ada Osaka pada poisisi lima dan Seoul di posisi tujuh termahal pada tahun ini. Uniknya, meski mahal, Singapura masih menjadi salah satu negara tujuan untuk berinvestasi sektor properti bagi orang Indonesia.

Tidak tanggung-tanggung, baru-baru ini, UrbanAce, perusahaan rintasan pertama yang mengintegrasi sistem pemasaran real estate secara online dan offline bekerja sama denganĀ  PropNex, agen properti terbesar di Singapura menggelar Singapore Property Consumer Seminar.

Founder dan CEO UrbanAce Ronny Wuisan mengatakan acara ini menjadi tindak lanjut kerja sama UrbanAce dengan PropNex. Sementara itu seminar yang dilakukan, agar masyarakat Indonesia tidak salah dalam memutuskan proyek terbaik di Singapura sebagai elemen investasi.

“Kami sudah menyediakan beragam properti dari Singapura di website dan aplikasi kami. Tentu kami tidak ingin konsumen salah membeli proyek properti, walaupun tentu saja kami menyediakan produk terbaik yang ada,” jelas Ronny.

Sementara itu, Senior Association Marketing Director PropNex, John Koh, merespons masuknya Singapura sebagai kota dengan biaya hidup termahal karena kota yang tengah bertumbuh memang membutuhkan biaya hidup yang lebih tinggi. Meski begitu, dia yakin mahalnya biaya hidup di Singapura diimbangi dengan keamanan negara tersebut, air yang bersih, udara yang segar, dan negara yang sangat jauh dari kemungkinan terjadinya bencana alam.

“Jadi walaupun hidup di Singapura mahal, masih sangat menguntungkan untuk memiliki aset di Negara Singa apalagi segmen properti,” jelas Koh.

Ditambah lagi permintaan properti di Singapura tengah meningkat padahal lahan di negara tersebut sangat terbatas. Perkara lahan yang terbatas ini pula yang membuat Singapura jadi lebih mahal dibandingkan negara lain.

“Dalam membeli properti yang tepat di Singapura, kamu harus menemukan jaringan, agen, dan pengetahuan yang tepat,” jelas John.

Seminar kolaborasi antara UrbanAce dan PropNex diadakan selama tiga hari di tiga tempat. Jay Ong Associate sebagai Marketing Director PropNex mengatakan kedatangannya ke Indonesia dan seminar ini bukan hanya untuk menjual properti.

“Kami ingin mengedukasi konsumen dan investor di Indonesia untuk lebih mengenal properti di Singapura. Bukan hanya ilmu, namun juga kemampuan lain untuk berinvestasi properti di Singapura,” jelas Ong.

Adapun lima hal yang harus diperhatikan untuk berinvestasi properti di Singapura antara lain, Supply VS Demand, Lokasi VS Harga Awal, Spot Safe Entry Price Asset, Potensi Risiko, dan Keunggulan dari Pembeli Pertama.

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *