Keuntungan dan Kerugian KPR dengan Tenor Panjang

foto: pexels

Awalnya, pemerintah berencana memanjangkan masa tenor dikhususkan kepada masyarakat berpenghasilan rendah alias MBR. Nyatanya, masyarakat banyak yang tertarik sehingga bank berbondong-bondong memanjangkan tenor untuk kredit kepemilikan rumah (KPR) terutama bagi milenial.

Namun, seperti banyaknya kebijakan, tentu masa tenor yang panjang juga menjadi dua sisi mata uang. Selain keuntungan, pasti ada kerugiannya. Apa saja sih? Berikut daftarnya:

Keuntungan KPR dengan Tenor Panjang yaitu: 

1. Pembayaran uang muka (DP) akan lebih fleksibel
Uang muka alias down payment (DP) memang menjadi masalah beberapa orang dalam memberli properti. Pasalnya, nilainya yang besar membuat sebagian orang sangat sulit untuk mendapatknya.

Untungnya, KPR dengan tenor panjang akan membuat DP kamu jadi lebih flexibel. Namun, itu berarti kamu siap dengan konpensasi kalau cicilan kamu setiap bulannya akan lebih besar.

2. Memberikan keleluasaan dalam mengatur keuangan
Dengan masa tenor yang panjang, akan ada ruang yang cukup lapang dalam mengatur keuangan sehingga akan lebih mudah bagi kamu dalam mengatur keuangan. Apalagi untuk kamu pekerja dengan penghasilan bulanan sehingga akan lebih mudah dalam perencaan selama sebulan ke depan.

Ingat, KPR dengan tenor panjang sangat menuntut kedisiplinan yang tinggi.

3. Cicilan per bulan lebih ringan
Dengan masa cicilan yang panjang, cicilan kamu akan lebih ringan, apalagi kalau didukung dengan DP yang besar. Namun, karena waktu yang panjang itu hati-hati karena kurang disiplin kamu malah kena kredit macet.

Selain tiga keuntungan di atas, ada pula tiga kerugian yang mungkin saja kamu hadapi, antara lain:

1. Memberikan beban psikologis
Saat memutuskan mengambil tenor panjang kamu sudah wajib bersiap dengan beban utang yang panjang. Untuk itu kamu harus sehat, baik secata fisik maupun mental. Meski saat ini sudah banyak tenor yang panjang, pastikan kesiapan keuangan kamu.

Saat kamu merasa lelah dan bosan ingatlah kalau kamu akan memiliki rumah hasil kerja keras sendiri.

2. Adanya beban bunga yang semakin besar

Tenor yang panjang juga berakibat pada beban bunga yang kamu tanggung akan makin besar. Selain bunga, beban lain-lain seperti uang muka dan asuransi juga wajib kamu tanggung.

Sebagai contoh, kamu membeli rumah secara KPR seharga Rp500 juta dengan tenor 5 tahun, tentu bunga yang diberikan lebih rendah dibandingkan dengan masa tenor 30 tahun.

3. Risiko perubahan ekonomi dalam jangka panjang
Indonesia adalah negara berkembang dengan kondisi ekonomi yang masih sangat terpengaruh dengan ekonomi dunia. Meski saat ini kondisi ekonomi baik, belum tentu dalam dua hingga lima tahun ke depan.

Apalagi kalau sampai terjadi krisis ekonomi yang mengakibatkan banyaknya PHK atau lonjakan bunga KPR. Tentu itu akan memberikan banyak kesulitan. Jika ini terjadi, maka kemungkinan terjadinya kredit macet tentu sangat besar.

Jadi pikirkan baik-baik sebelum kamu mengambil KPR dengan bunga panjang. Akan tetapi, kalaupun kamu mau mengambil KPR dengan tenor panjang, pilihlah bank terpercaya. Misalnya di Bank UOB, dengan cicilan yang ringan, proses yang cepat, biaya-biaya juga dapat dicicil dengan mudah.

Selain itu, kamu juga bisa menggunakan KPR UOB pada ragam properti apapun baik rumah, apartemen, ruko, rukan, kios, dan juga kavling. Bahkan kalau kamu belum tahu properti apa yang ingin kamu pilih, kamu bisa mendapatkan persetujuan lebih dahulu sebelum memilih properti.

Jadi tunggu apalagi? KPR tanpa ribet dengan bunga terjangkau dan tenor panjang?
Ajukan KPR UOB di UrbanAce sekarang juga!

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *