Gantung Raket, Legenda Bulu Tangkis Indonesia Liliyana Natsir Merapat ke UrbanAce

Liliyana Natsir (kiri) dan CEO UrbanAce Ronny Wuisan (kanan) selepas penandatanganan kerja sama di Kantor UrbanAce.

CEO UrbanAce Ronny Wuisan resmi menggaet legenda bulu tangkis Indonesia Liliyana Natsir sebagai brand ambassador atau duta merek UrbanAce. Liliyana atau yang karib disapa Butet akan menjadi garda terdepan dalam pemasaran merek UrbanAce kepada para konsumennya.

Ronny menjelaskan, keputusan pihaknya menjadikan Butet sebagai brand ambassador UrbanAce tak terlepas dari nama dan prestasinya yang sudah dikenal masyarakat luas. Selain itu, Butet juga dianggap Ronny mampu merepresentasikan nilai-nilai yang ada di UrbanAce.

“Bagi UrbanAce, Butet memiliki semua yang melambangkan misi kami yaitu melayani, pantang menyerah, kerja sama tim, dan terus berkarya untuk banyak orang. Ha-hal itu melambangkan ratusan agen UrbanAce yang setiap hari berjuang melayani konsumen untuk kebutuhan propertinya,” terang Ronny.

Sementara itu, bagi Butet, kehadiran UrbanAce dan juga program #CuanSadis ini sangat membantu masyarakat yang ingin mencari dan memiliki properti. Menurut dia, para konsumen sudah sangat dimanjakan dengan kehadiran aplikasi dan juga website UrbanAce.

“UrbanAce membantu banget teman-teman yang mau mencari rumah. Gampang saja tinggal download dan cari di aplikasi lokasi rumah mana yang ingin dibeli. UrbanAce top pokoknya,” ucap Butet.

Liliyana Natsir atau Butet lahir di Manado, Sulawesi Utara pada 9 September 1985. Pada usia 9 tahun, Butet sudah menunjukkan minatnya pada bulu tangkis dan bergabung ke PB Pisok Manado. Kemudian pada usia 12 tahun dia merantau ke Jakarta untuk bergabung bersama PB Tangkas.

Usaha dan latihannya di PB Tangkas pun tak sia-sia karena pada 2002, Butet yang kala itu masih berusia 17 tahun berhasil mengikuti pelatnas PBSI. Dua tahun berselang Butet sudah dipasangkan dengan Nova Widianto untuk menjadi atlet bulu tangkis ganda campuran mewakili Indonesia.

Butet bersama Nova pun berhasil meraih juara dunia pada tahun 2005 dan 2007. Bersama Nova pula, Butet berhasil tampil di final Olimpiade Beijing 2008. Namun, kala itu Butet hanya berhasil membawa medali perak ke Tanah Air.

Itu merupakan prestasi awal Butet bagi dunia bulu tangkis Indonesia. Pada 2007, Butet sempat bermain untuk kategori ganda putri bersama dengan Vita Marissa dan berhasil meraih medali emas SEA Games 2007.

Puncak prestasi Butet didapatkan setelah dia dipasangkan dengan Tontowi Ahmad pada medio 2010. Mereka berdua berhasil meraih banyak prestasi, termasuk medali emas Olimpiade Rio 2016 yang menjadi salah satu pencapaian terbaik dara asal Manado tersebut.

Bukan hanya itu, Butet dan Tontowi juga meraih prestasi lainnya seperti juara All England 3 kali berturut pada tahun 2012, 2013, dan 2014. Selama berkarier sebagai atlet bulu tangkis, Butet tercatat telah mengoleksi 51 gelar internasional dengan yang terbanyak adalah BWF Super Series, yakni 24 kali. Bukan hanya itu, Butet juga menjadi satu-satunya pebulu tangkis yang mampu meraih empat kali gelar juara dunia dalam satu nomor, yakni ganda campuran.

Butet kemudian memutuskan gantung raket pada Januari 2019 silam. Keputusan itu diambil setelah dia selesai bertanding di Indonesia Masters 2019. Meskipun menutup karier tanpa gelar juara, Butet tetap bersyukur karena masih diberikan kesempatan untuk bermain di Istora Senayan, di depan rakyat Indonesia. Nama Liliyana Natsir kini pun sudah sejajar dengan legenda bulu tangkis Indonesia lainnya seperti Susi Susanti, Alan Budikusuma, Taufik Hidayat, Lim Swie King, Rudy Hartono, Hariyanto Arbi, dan lainnya.

Terima kasih dan selamat datang di UrbanAce, Butet!!

Penulis: Ridwan Aji Pitoko

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *