Alasan Ambassador Menjual Properti Singapura

Sebagai ambassador alias agen properti, dalam menjual properti tentu harus menguasai daerah hunian yang akan dijual. Bahkan kalau properti itu terletak di luar negeri.

Singapura memang menjadi salah satu lokasi favorit orang Indonesia untuk berinvestasi properti. Karena hal itu pula, UrbanAce mencoba menyediakan properti terbaik di Singapura untuk masyarakat Indonesia.

Akan tetapi, sebelum ambassador mulai menjual hunian di Negeri Singa tersebut ada baiknya memahami alasan-alasan kenapa menjual hunian di Singapura cukup menggiurkan. Berikut daftarnya:

Memiliki properti di Singapura menjadi impian banyak orang. (foto: pexels)

1. Transaksi mudah
Membeli properti di dalam negeri saja sudah cukup rumit. Apalagi kalau membeli properti di negara lain dan bukan warga negara asli sana.
Bahkan Indonesia sendiri menjadi salah satu negara yang kurang membuka kemungkinan untuk asing membeli properti di Indonesia. Namun, berbeda dengan Singapura, Negara Singa ini termasuk yang paling mudah bahkan untuk warga negara asing untuk membeli properti di negaranya.

Caranya? Hanya butuh pasport dan rekening tabungan sejumlah USG3.500 atau Rp38 juta. Selain itu, ada juga biaya administrasi untuk day payment sebesar 20 % dari harga properti.

Selain itu, ada pula pajak pembelian di awal sebesar 18 % dari harga properti yang harus dibayarkan. Dengan kemudahan itu, tentu akan lebih mudah bagi ambassador untuk meyakinkan calon konsumen untuk membeli hunian favorit mereka.

Bukan hanya untuk investasi, memiliki properti di Singapura juga sangat oke untuk ditinggali. (foto: pexels)

2. Oke untuk Ditinggali dan Investasi
Tujuan orang memiliki properti itu berbeda-beda dan biasanya ambassador membantu berdasarkan tujuan si konsumen membeli properti. Untungnya, Singapura adalah salah satu negara yang menjadi lokasi paling nyaman dan diimpikan untuk ditinggali. Sehingga tentu akan makin mudah untuk konsumen dan ambassador untuk menentukan lokasi dan harga terbaik.

Dibandingkan beberapa negara di ASEAN yang rawan konflik, Singapura relatif stabil dan aman. (foto: pexels)

3. Ekonomi Stabil
Tidak seperti beberapa negara lain di Asia Tenggara yang cenderung memiliki konflik, Singapura menjadi salah satu negara yang aman. Karena itu pula ekonominya cenderung stabil dan banyak orang yang ingin tinggal di sana, atau setidaknya memiliki hunian di sana.

Poin ini juga mempermudah ambassador untuk memasarkan produk di sana, karena dengan ekonomi yang stabil harga properti dan suku bunga di negera tersebut juga cenderung stabil.

Sayangnya, harga properti di Singapura relatif mahal. Namun, komisi untuk ambassador jadi relatif besar. (foto: Pexels)

4. Komisi Tinggi
Karena menjadi salah satu negara tujuan tempat tinggal banyak orang dan cenderung mudah untuk dimiliki, harga properti di Singapura cenderung mahal. Ditambah lagi, negara ini juga relatif kecil dengan lahan terbatas.

Namun, karena harganya yang tinggi sebagai ambassador, tentu komisi yang bisa didapatkan juga semakin besar. Untuk setiap unit yang terjual, ambassador sangat mungkin mendapatkan komisi bukan hanya puluhan juga rupiah, namun juga ratusan juta rupiah.

Apalagi kalau melakukan transaksi dengan aplikasi UrbanAce, tentu makin mudah dan bisa dilakukan di mana saja.

Adapun bagi kamu yang masih bingung untuk berinvestasi properti di Singapura, kamu bisa sekali hadir ke acara yang diadakan Urbanace.
Acara tersebut bertajuk “Singapore Consumer Seminar 2019”. Pada acara ini, setidaknya membahas supply and demand properti di Singapura, lokasi dan harga, potensi dan risiko investasi di Singapura, dan masih banyak lagi.

Seminar ini gratis dan diselenggarakan di tiga tempat, yaitu

PIK
Session1 15.00-17.00
Session 2 17.00-19.00,

Gading
Session 1 10.00-12.00
Session 2 13.00-15.00, dan

Lamoda
Session 1 10.30-12.30
Session 2 12.30-15.30.

Jadi tunggu apa lagi? Kamu diundang ke acara ini dan gratis loh!

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *