Memaksimalkan Penjualan pada Bulan Ramadan

Dalam waktu dekat bulan Ramadan akan segera tiba, pada umumnya, penjualan properti mengalami penurunan selama bulan Ramadan. Hal itu disebabkan karena masyarakat Indonesia mayoritas muslim sehingga dana yang dimiliki biasa dialihkan kepada kebutuhan konsumtif. Seperti untuk buka puasa dan sahur, membayar zakat, hingga tunjangan hari raya (THR) serta salam tempel untuk sanak saudara. Ditambah lagi, usai Ramadan tahun ini, untuk para orang tua juga harus menyiapkan dana untuk tahun ajaran baru, yang tidak sedikit.

Meski begitu, sebagai agen properti kamu tentu harus sudah siap dengan masalah ini dan menyiapkan srtategi untuk menghadapi bulan yang dianggap berat ini. Bukannya langsung patah arang dan kehilangan semangat.

Berikut beberapa hal yang bisa kamu coba agar tetap produktif di Bulan Ramadan.

1. Jangan Menyerah
Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh berkah, tentu juga bagi agen properti. Jangan karena puasa kamu malah bermalas-malasan dan bertemu dengan calon konsumen.

Selain itu, kamu juga bisa meningkatkan kedekatan dengan calon konsumen dengan mengirimkan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa. Siapa tahu dengan hal itu akan membuat calon konsumen tergugah untuk melihat unit rumah idaman dan juga berencana membayar biaya booking.

2. Perbanyak Listing
Pada Ramadan kali ini Indonesia juga telah selesai melakukan Pemilihan Umum alias Pemilu, sehingga seharusnya kondisi ekonomi akan lebih stabil. Buktinya banyak pengembang mulai meluncurkan produk-produk baru tidak lama usai pemilu selesai. Selain rumah dengan harga-harga yang banyak dicari, pengembang juga mulai percaya diri dengan mulai memasarkan hunian mewah.

Meski dianggap cukup sulit untuk melakukan closing, kamu bisa melakukan hal lain, misalnya perbanyak listing, baik proyek baru maupun seken.

3. Mengubah cara pemasaran
Pada Bulan Ramadan, perilaku konsumen di Indonesia berubah, karena itu dalam memasarkan kamu juga perlu tahu tentang hal itu dan mengubah gaya pemasaran kamu.

Buatlah konten yang relevan dengan perilaku konsumen. Selain itu, perubahan perilaku konsumen juga melingkupi perubahan waktu dalam melakukan aktivitas, seperti tidak lagi makan siang, pulang kerja lebih awal, berbuka puasa, tarawih, beristirahat, dan bangun di jam-jam tertentu.

Artinya, atur waktu dalam memasarkan sehingga bisa relevan dengan target audiens.

Jadi apa rencana kamu agar tetap produktif pada Ramadan kali ini? Kira-kira dari tiga tips di atas mana yang busa kamu terapkan? Semangat dan tetap produktif ya! Selamat menjalankan ibadah Puasa Ramadan.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *