Desain Ulang Ruang Kosong di Rumah Kamu Jadi Musala

Bulan Ramadan menjadi bulan yang tepat bagi umat muslim untuk mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya. Karena itu, kalau sudah lama di rumah kamu belum punya musala, mungkin ini waktu yang tepat untuk mendekorasi salah satu ruangan atau sudut di rumah kamu untuk menjadi musala.

Tidak perlu khawatir soal rumah kecil, saat ini banyak pilihan model musala bahkan saat rumah kamu memiliki ruangan yang minimialis. Mau tahu seperti apa? Mari simak bersama:

Pilih warna pastel untuk musala

Warna lembut alias pastel komo bisa memberikan nuansa yang menenangkan di dalam rumah. Namun, bukan berarti kamu bisa memasukan banyak warna yang penting muda ke ruangan musala kamu.

Krem menjadi warna yang paling direkomendasikan untuk ruangan minimalis dan tentu saja akan sangat cocok membantu kamu untuk khusyuk selama beribadah. Selain tenang, warna lembut juga memberikan kesan lega pada ruangan.

Musala minimalis yang ruangannya kecil pun akan tampak lebih lapang dengan warna-warna lembut tersebut. Tidak hanya itu, warna-warna lembut mampu memantulkan cahaya, baik cahaya matahari maupun cahaya lampu. Kelebihan ini akan membuat ruangan akan menjadi lebih terang, sehingga sangat membantu ketika musala digunakan untuk membaca Al-Quran.

Beri futnitur sesederhana mungkin

Kamu tentu ingin musala kamu lebih cantik dan ingin menambahkan sedikit aksen dan aksesori pada ruangan musala kamu. Namun isilah dengan sesuatu yang fungsional dan tidak memakan banyak tempat dari ruangan musala kamu yang tidak seberapa luas itu.

Kamu bisa memilih kabinet terbuka atau berpintu kaca untuk menyimpan sajadah, mukena, Al-Quran, dan buku-buku religius lain. Kabinet jenis ini akan memberikan kesan yang modern dan lebih lapang pada ruangan.

Untuk menambag kesan dekoratif bagi mushola minimalis, kamu bisa tambahkan rak dinding untuk menyimpan pajangan Islami.

Dekat dengan kamar mandi dan tempat wudu

Musala tidak akan lengkap tanpa tempat wudu, bahkan di musala minimalis sekalipun. Hal itu, tentu akan memudahkan entah keluarga ataupun tamu yang datang berkunjung.

Kamu tidak perlu menyediakan banyak keran, seperti musala pada umumnyam siapkan satu keran saja sudah cukup. Akan tetapi, kamu wajib memastikan tempat wudu di rumah kamu bersih dan tidak licin. Selain itu, perhatikan penempatannya jangan sampai air wudu bisa menciprati tempat solat.

Memiliki cahaya dan sirkulasi udara alami

Perkara cahaya, bukan berarti kamu harus membuat jendela besar. Padahal, ruangan kamu cukup kecil dan akan sangat aneh kalau tiba-tiba ada jendela besar di sana.

Meski begitu, kamu harus memastikan sirkulasi udara sehingga ruangan tidak lembap karena mengandalkan AC. Dengan begitu, kamu dan keluarga bisa beribadah dengan tenang tanpa terganggu oleh udara yang pengap. Di sisi lain, pastikan cahaya matahari masuk namun bukan di arah kiblat sehingga selain menyilaukan juga bisa mendistraksi kamu selama beribadah.

Dekat dengan Taman

Apakah kamu punya taman mini di rumah? Kalau ya, sangat mungkin loh membangun musala di dekat taman. Nuansa hijau dari taman akan membuat suasana sejuk di siang hari dan memanjakan mata. Tentu juga akan membuat suasana beribadah makin nyaman.

Agar tidak terlalu terbuka tapi tetap mendapat kesan semi-outdoor, kamu bisa membatasi musala minimalis kamu dengan taman dan pintu kaca atau jendela yang kaca yang tinggi.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *