Daftar Kota yang Pernah Jadi Ibu Kota Indonesia

Pada 2017 lalu, sempat berembus kabar tentang pemindahan Ibu Kota Jakarta ke Palangkaraya. Nyatanya, isu tersebut hanya isapan jempol.

Namun, baru-baru ini kembali berembus kabar kalau ibu kota akan berdasarkan rapat terbatas yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo. Setidaknya ada tiga alternatif terkait pemindahan ibu kota, yang pertama adalah ibu kota tetap berada di Jakarta, lalu daerah di sekitar Istana Negara dan Monas dibuat khusus untuk kantor-kantor pemerintahan, kementerian, dan lembaga.

Alternatif kedua, pusat pemerintahan dipindah ke luar Jakarta namun masih dalam radius sekitar 50-70 km dari Jakarta. Sedangkan alternatif ketiga adalah memindahkan Ibu Kota ke luar pulau Jawa khususnya di kawasan timur Indonesia.

Ternyata sebelum ada rencana pemindahan ini, Indonesia sudah tiga kali berganti ibukota. Apa saja kota tersebut? Ini dia daftanya:

foto: pexels

D.I Yogyakarta

Daerah Istimewa Yogyakarta ternyata pernah menjadi Ibu Kota Indonesia pada 4 Januari 1946 atas usulan Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Paku Alam VIII kepada Presiden Soekarno. Bukan tanpa sebab, hal itu dilakukan karena Jakarta jatuh ke tangan militer Belanda pada 29 September 1945.

Jakarta saat itu juga menjadi pilihan terbaik karena dikelilingi dua benteng alam, yakni Gunung Merapi di utara dan Samudra Hindia di selatan yang membuat kota ini sulit ditaklukkan.

foto: instagram @bukittinggiku

Bukittinggi

Selain kota di Pulau Jawa, ternyata salah satu kota di Sumatera pernah menjadi Ibu Kota Indonesia, yaitu Bukitting di Sumatera Barat. Bukittinggi menjadi Ibu Kota Indonesia mulai 19 Desember 1948 karena Yogyakarta yang saat itu jadi ibu kota sudah jatuh ke tangan Belanda.

Pemilihan Bukittinggi sebagai ibu kota ini juga bukan tanpa alasan. Sebab, di sana ada Sjafrudin Prawiranegara yang memang disiapkan untuk memimpin PDRI jika para pemimpin pemerintahan tertangkap.

Sama seperti Yogyakarta, Bukittinggi juga dikelilingi oleh benteng alam. Ada Gunung Marapi di barat, Gunung Singgalang di selatan, serta Lembah Sianok di utara dan barat. Benteng-benteng alam ini tentu dapat melindungi Ibu Kota sekaligus pertahanan dari serangan militer musuh.

foto: instagram @fotoaceh

Bireun Aceh

Meski relatif aman karena berada di perbukitan, nyata Bireun menjadi ibu kota negara hanya dalam waktu yang sangat singkat yaitu seminggu pada tahun 1948. Pada saat itu, seluruh aktivitas dan kegiatan pemerintahan tetap dijalankan dan dipusatkan di jantung kota.

Sementara, Presiden Sukarno menginap di kediaman Kolonel Hussein Joesoef di Bireuen. Dari rumah itu pula Sukarno atau Bung Karno mengendalikan roda pemerintahan.

Kalau kamu apakah setuju ibu kota pindah? Kalau setuju sebaiknya dipindah ke mana?

 

 

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *