Masyarakat Terdorong ke Daerah Pinggiran Akibat Massifnya Pembangunan Infrastruktur

BSD menjadi daerah favorit untuk ditinggali di kawasan penyangga Jakarta. (foto: Pexels)

Bukan hanya jalan tol, pemerintah juga tengah masif membangun infastruktur transportasi massal. Tentu infrastruktur menjadi angin segar, namun ternyata juga mendorong beralih fungsinya hunian di pusat kota menjadi area komersial dan membuat manusianya memilih tinggi di pinggiran.

Senior Director of Office Services Colliers Department Bagus Adikusumo memprediksi hunian komersial makin bertumbuh dengan pembangunan infrastruktur yang bertumbuh. Sementara itu, wilayah hunian juga akan bertumbuh di pinggiran Jakarta.

“Infrastruktur mengubah  kebiasaan masyarakat dan mengubah pola hidup. Nantinya apabila infrastruktur di Jakarta telah lengkap, semakin banyak masyarakat memilih untuk tinggal di pinggir kota dengan akses yang sangat baik,” jelas Bagus.

Di sisi lain, Bagus berharap pemerintah tidak serta-merta menaikan pajak hunian di daerah-daerah transportasi massal dan memilih untuk menaikkan secara bertahap. Apalagi saat ini, kondisi ekonomi tengah melemah karena banyaknya supply yang tidak diikuti permintaan.

“Harga properti yang tengah terkoreksi akan makin memburuk kalau NJOP naik dan masyarakat akan kesulitan untuk membayar,” ungkap Bagus.

Sementara itu, berdasarkan survei yang dilakukan Dinas Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dengan metode sampling, rata-rata tiap subzona di Jakarta terdapat 30 persen masyarakat yang mengubah huniannya menjadi komersial.

Hal ini melanggar subzona yang telah diatur pada 2019, hingga saat ini hunian tinggal yang berubah fungsi menjadi hunian komersial di DKI Jakarta meningkat hingga 80 persen.

Di sisi lain, dengan bonus demografi, saat ini adalah era milenial yang suka tinggal di pusat kota. Nyatanya, dengan harga rumah di pusat kota yang makin membumbung tinggi ada baiknya mulai mencari rumah di kawasan penyangga seperti Serpong, Bekasi, Depok, Kabupaten Tangerang, hingga ke Maja. Meski jauh, milenial bisa menggunakan transportasi massal untuk sampai ke pusat kota.

Di sisi lain, kalau milenial tidak memiliki waktu untuk secara langsung mengunjungi rumah tersebut, bisa mencari rumah idaman dengan mengunjungi UrbanAce.com. UrbanAce kamu bisa memiliki rumah dengan mudah dan tanpa ribet, hanya dengan satu agen dan juga mendapatkan pembiayaan dari perbankan.

Soal proyek yang bisa kamu pilih? Tidak usah khawatir, kalau kamu secara spesifik mencari rumah di daerah penyangga Jakarta. UrbanAce setidaknya memiliki 26 proyek di Bogor baik baru maupun seken, 62 proyek di Bekasi baru dan seken, 21 proyek di Depok, 131 proyek di Tangerang Selatan, 86 proyek di Kota Tangerang, dan 45 proyek di Kabupaten Tangerang.

Membeli rumah di UrbanAce, sangat mudah dan tanpa ribet, sebab kamu akan ditemani oleh satu agen dengan transparan hingga proses selesai. Jadi tunggu apa lagi? Ayo beli rumah di melalui laman UrbanAce.com!

Sumber: bisnis.com

Citra Living – Tower Lotus 

The Riviera – Riviera Phase 3 

Tomang Park 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *