Jenis Pajak yang Harus Diketahui Saat Membeli Rumah

Jenis Pajak yang Harus Diketahui Saat Membeli Rumah. (foto: Pexels)

Tahukah kamu kalau ternyata saat kamu membeli rumah banyak pajak yang harus kamu tanggung. Pajak ini harus kamu bayarkan sebagai bukti legalitas saat kamu membeli properti, baik rumah, apartemen, kavling, dan juga rumah toko (ruko).

Apalagi kalau kamu sampai luput membayar pajak, kamu bisa terkena pasal penggelapan pajak, yang termasuk dalam tindakan melawan hukum. Untuk menghindari hal tersebut, kamu wajib mempersiapkan diri dan tahu pajak apa saja yang harus kamu bayarkan. Berikut daftar pajak yang wajib kamu ketahui sebelum membeli properti pertama kamu!

1. Bea Perolehan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan (BPHTB)
BPHTB merupakan pajak yang dibebankan kepada developer atau penjual rumah. Biasanya pajak yang dibebankan sebesar 5% dari harga jual properti yang kamu beli.

Nilai yang diwajibkan membayar pajak dibatasi di atas Rp30 juta. Jenis pajak ini diatur oleh Undang-Undang No. 21 Tahun 1997 dan terhitung efektif mulai 1 Januari 1998. Berdasarkan undang-undang tersebut, yang menjadi objek pajak adalah perolehan hak atas tanah dan bangunan oleh pribadi atau badan, yang meliputi jual beli, tukar-menukar, hibah, hibah wasiat, hadiah, pemasukan dalam perseroan atau badan hukum lainnya.

2. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)
Kalau BPHTB acap kali ditanggung oleh penjual rumah, maka PBB kebalikannya dan ditanggung oleh pembeli rumah. PBB wajib dibayarkan atas properti baik itu masih berupa tanah ataupun sudah ada bangunannya.

Adapun besaran PBB yang harus dibayarkan bergantung pada lokasi dan juga telah diatur dalam Pasal 6 UU No. 12 Tahun 1985 jo. UU No.12 Tahun 1994 jo. PP No.25 Tahun 2002. Dasar penghitungan PBB adalah Nilai Jual Kena Pajak atau NJKP, yaitu suatu persentase tertentu dari nilai jual sebenarnya. NJKP ditetapkan serendah-rendahnya 20% dan setinggi-tingginya 100%. Besaran persentase NJKP ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah dengan memperhatikan kondisi ekonomi nasional.

3. Pajak Penghasilan (PPh)
PPh akan menjadi tanggungan penjual rumah sama seperti BPHTB. Biasanya pajak yang dibebankan sebesar 5% dari harga jual rumah. Pajak ini akan dianggap selesai dibayar jika sudah dilakukan pemotongan, pemungutan atau penyetoran sendiri oleh wajib pajak, dalam hal ini adalah si penjual rumah.

4. Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
PPN adalah pajak yang dikenakan atas setiap pertambahan nilai dari barang atau jasa dalam peredarannya dari produsen ke konsumen. PPN menjadi bagian pembeli untuk membayar, tetapi dipungut oleh penjual yang terdaftar sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP) dan menyetorkan ke Negara.

Di bidang properti PPN dikenakan terhadap properti primary atau baru yang dijual oleh developer ke konsumen. Sedangkan kalau kamu membeli rumah seken kamu tidak perlu membayar PPN karena transaksi dilakukan antar-pribadi.

5. Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM)
PPnBM ini hanya dikenakan kalau kamu membeli properti mewah. Pajak ini juga wajib kamu bayarkan selain membayar PPN. Adapun jenis properti yang kena PPnBM antara lain rumah, apartemen, dan kondominium yang semuanya dalam kategori mewah.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2003, atas penjualan properti-properti tersebut dikenakan tarif sebesar 20%. PPnBM hanya dikenakan untuk properti yang dijual oleh developer dan properti tersebut memenuhi kriteria tertentu yang berbeda di setiap daerah. PPnBM tidak dikenakan terhadap transaksi penjualan properti antar-perorangan.

Sekarang kamu jadi tahukan jenis-jenis pajak dan dana yang harus kamu siapkan selain uang muka untuk membeli rumah impian kamu. Hitung dengan teliti ya!

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *