6 Istilah KPR yang Penting Kamu Ketahui

Banyak yang ingin mengajukan KPR tapi belum paham istilah-istilah KPR. (foto: pexels)

Kredit Pemilikan Rumah atau KPR adalah program perbankan yang diperuntukkan khusus bagi nasabah atau masyarakat untuk bisa memiliki rumah dengan cara menyicil atau kredit. Layanan ini tentunya membantu sekali bagi masyarakat yang tidak memiliki uang tunai dalam jumlah besar untuk membeli rumah.

Biasanya, jangka waktu yang diberikan perbankan untuk KPR tersebut hingga puluhan tahun, tergantung kesepakatan antara bank sebagai kreditur dan masyarakat selaku debitur.

Kamu pun tentunya sudah sering mendengar istilah KPR, tetapi banyak juga yang kemudian awam dengan istilah-istilah yang ada di dalamnya. Tak jarang, istilah ini malah menyusahkan kamu ketika hendak mengajukan KPR ke bank.

Untuk itu, berikut ini ada beberapa istilah KPR yang sebaiknya kamu ketahui sebelum memutuskan untuk mengambil kredit rumah.

Booking fee jadi tanda keseriusan konsumen dalam mencari rumah. (foto: pexels)

1. Booking fee

Jika diterjemahkan ke Bahasa Indonesia, booking fee artinya adalah biaya pemesanan. Namun, jika dijabarkan lebih jauh, maka booking fee dapat diartikan sebagai uang yang diberikan ke pengembang sebagai bukti kalau kamu serius mau membeli rumah yang diinginkan. Booking fee ini pada umumnya mengurangi jumlah total down payment atau uang muka.

Besaran plafon biasanya 80% dari harga rumah. (foto: pexels)

2. Plafon

Plafon ini artinya bukan langit-langit rumah, melainkan jumlah total kredit alias pinjaman yang bisa diberikan bank. Plafon ini biasanya maksimal 80% dari harga rumah. Sebagai contoh, jika harga rumah yang kamu hendak beli adalah Rp100 juta, maka pinjaman yang bisa diberikan bank hanya Rp80 juta. Sisanya kamu bayarkan melalui uang muka atau down payment (DP).

Kredit macet juga menjadi masalah dalam pengajuan KPR. (foto: pexels)

3. Non Performing Loan (NPL)
Non performing loan atau biasa disingkat NPL ini merupakan istilah perbankan yang diperuntukkan untuk menyebutkan kredit macet. Status kredit macet atau pembayaran cicilan yang tidak tepat waktu atau tidak dilakukan biasanya dipakai jika nasabah atau masyarakat tidak membayar cicilan selama 3 bulan lebih berturut-turut.

AJB merupakan dokumen bukti peralihan hak atas tanah dari penjual, dalam hal ini bank pada pembeli. (fot0: pexels)

4. Akta Jual Beli (AJB)

Akta jual beli (AJB) merupakan dokumen bukti peralihan hak atas tanah dari penjual, dalam hal ini bank pada pembeli. Dokumen ini sah di mata hukum karena dibuat oleh notaris atau pejabat pembuat akta tanah (PPAT) yang telah ditunjuk.

Pemeriksaan keuangan oleh Bank Indonesia. (foto: Pexels)

5. BI Checking

Jika kamu mengajukan permohonan KPR, maka pihak bank akan melakukan pemeriksaan kondisi keuangan kamu selaku calon debiturnya. Nah, proses ini yang dinamakan BI Checking karena data laporan keuangan milik kamu berada terpusat di Bank Indonesia (BI). Oleh karenanya, penting bagi kamu untuk tidak memiliki tunggakan hutang yang belum dibayarkan karena itu akan sangat memengaruhi proses BI Checking kamu nantinya lho!

Akad pada proses pengajuan KPR mengacu pada dilakukannya perjanjian kredit. (foto: pexels)

6. Akad

Jika kamu berpikir akad dalam KPR sama seperti dalam pernikahan maka kamu salah besar! Istilah akad pada proses pengajuan KPR mengacu pada dilakukannya perjanjian kredit antara debitur dengan pihak pemberi pinjaman atau bank. Nah, di dalam akad tersebut, antara kamu selaku debitur dan bank sebagai kreditur akan menandatangi surat yang berisikan hak dan kewajiban masing-masing pihak.

Itu dia 6 istilah dalam KPR yang perlu kamu ketahui. Semoga dapat membantu kamu dalam proses pengajuan KPR kamu. Namun, kalau kamu mau yang mudah, kamu bisa membeli rumah melalui UrbanAce. Kalau kamu membeli rumah di UrbanAce, ambassador UrbanAce akan sangat membantu kamu dan tanpa ribet karena semua hal berbasis aplikasi.

Tidak hanya itu, kamu juga bisa mendapatkan komisi dengan menjual rumah di UrbanAce. (Ridwan Aji Pitoko)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *