3 Faktor yang Membuat Harga Rumah Makin Mahal

Harga rumah bisa naik hingga 20% setiap tahun. Namun, gaji pekerja hanya naik paling banyak 12% setiap tahunnya. (foto: Pexels)

Apakah kamu merasa harga rumah semakin hari semakin mahal? Jika iya, kamu bukan satu-satunya orang yang merasa seperti itu karena memang faktanya harga properti, terutama rumah atau apartemen terus melonjak setiap tahun.

Hal itu pun berbanding terbalik dengan gaji yang kamu peroleh setiap bulannya. Kamu mungkin akan mendapatkan kenaikan gaji sebesar 10% hingga 12% setiap tahun, maksimal.

Namun, kenaikan rumah per tahunnya minimal bisa menyentuh angka 20%, miris bukan? Itu mungkin bisa sedikit menjawab mengapa persoalan membeli rumah bisa rumit dan membuat pening kepala, terutama untuk kamu yang baru mulai bekerja dan ingin menata kehidupan.

Lantas, apa sih faktor-faktor yang membuat harga rumah terus melonjak tiap tahunnya? Berikut ini beberapa faktor yang memengaruhi harga rumah atau apartemen.

Supply dan Demand adalah faktor utama kenaikan harga rumah (foto: Pexels)

1.Mekanisme pasar
Dikutip dari Kompas.com, melonjaknya harga rumah sangat dipengaruhi oleh mekanisme pasar, yakni pasokan atau supply dan permintaan (demand).

Semakin tinggi permintaan, maka semakin tinggi pula harga yang dipatok. Pasalnya, tingginya permintaan terhadap rumah saat ini pun berbanding terbalik dengan pasokan yang ada.

Contohnya, pasokan rumah di pusat kota Jakarta saat ini sangatlah terbatas atau bisa dikatakan hampir tidak ada, tetapi permintaannya cukup banyak. Hal ini yang kemudian membuat seminim apapun jumlah hunian tersebut akan dijual dengan harga melambung.

Lokasi adalah kunci harga sebuah properti. (foto: pexels)

2.Berada di lokasi primer

Lokasi primer dapat dikatakan sebagai lokasi terbaik untuk hunian kamu. Dalam dunia properti, lokasi primer diartikan sebagai lokasi yang berada atau dekat dengan pusat kota, pusat bisnis dan berada di dekat fasilitas umum.

Jika rumah incaran kamu berada di lokasi dekat dengan pusat perbelanjaan, fasilitas transportasi publik, dan pusat bisnis maka kamu harus siap merogoh kocek lebih dalam.

Reputasi pengembang juga memperngaruhi harga properti (foto: pexels)

3.Nama besar pengembang

Sebuah hunian jika dibangun oleh pengembang dengan nama besar biasanya akan dijual dengan harga mahal. Terlebih jika pengembang tersebut memiliki reputasi yang baik dalam bisnis properti.

Sebuah hal wajar jika pengembang terkenal dengan nama besar dan reputasi baik menjual mahal proyek huniannya. Biasanya, mereka memiliki prinsip ada harga ada kualitas sehingga kamu tidak perlu takut mendapatkan rumah dengan kualitas yang buruk dari pengembang tersebut.

Selain itu, para pengembang dengan reputasi mentereng memiliki land bank atau lahan di lokasi primer. Dengan demikian, tidak heran jika harganya bisa melambung tinggi.

Itu dia 3 faktor yang membuat harga rumah naik terus menerus tanpa henti. Maka dari itu, siapkan diri kamu untuk menghadapi harga rumah yang tidak akan turun dalam waktu dekat ini. (Ridwan Aji Pitoko)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *