Kamu Freelancer dan Ingin Punya Rumah? Begini Caranya!

Rumah adalah kebutuhan utama manusia, namun dengan tanah yang terbatas harga rumah saat ini sering kali sulit dijangkau. Fasilitas Kredit Pemilikan Rumah atau KPR menjadi solusi cerdas yang memungkinkan banyak orang untuk bisa lebih mudah memiliki hunian pribadi.

Namun, di dalam mengakses fasilitas tersebut, pihak bank tentu akan menerapkan sejumlah kebijakan terkait dengan kualitas penerima dana KPR mereka. Apalagi kalau kamu hanya pekerja lepas alias freelance, tentu akan sulit bagi kamu untuk mengajukan KPR.

Akan tetapi, bukan berarti tidak mungkin loh! Berikut beberapa hal yang bisa kamu coba untuk sebagai freelance yang ingin memiliki rumah.

Rencanakan matang, semakin matang rencana kamu akan mempermudah eksekusi. (foto: pexels)

1. Rencanakan secara matang
Bagi pekerja tetap, bank akan mudah untuk melihat catatan keuangan mereka di bank tertentu. Sayangnya tidak begitu dengan freelance, kamu mungkin akan butuh waktu untuk meyakinkan bank kalau kamu punya kemampuan finansial yang mumpuni untuk terus mencicil.

Karena itu, kamu harus merencakan secara matang, apalagi rumah yang kamu beli adalah satu-satunya rumah yang bisa kamu beli seumur hidup. Selagi kamu merencanakan, kamu juga harus merawat riwayat kredit kamu agar layak dan bisa dipercaya untuk melakukan kewajiban kredit dengan baik di kemudian hari. Jangan sampai permohonan KPR kamu langsung ditolak mentah-mentah oleh bank, hanya karena sejumlah kriteria tidak sesuai dengan kebijakan yang dimiliki oleh bank.

Selagi kamu memastikan itu jangan lupa sisihkan dana untuk biaya uang muka (down payment/DP) sebanyak minimal 10% dari harga rumah yang kamu incar. Ingatlah, jangan sampai ini hanya menjadi perencanaan semata. Kamu harus bisa merealisasikannya karena kalau kamu menunda terus membeli rumah, maka harga rumah yang kamu incar bisa saja naik terus dan makin sulit kamu jangkau.

 

30% hingga 40% adalah dana yang kamu harus sisihkan setiap bulan untuk membeli rumah. (foto: pexels)

2. Sisihkan 30% Penghasilan
Sebagai pekerja lepas, boleh jadi pendapatan kamu sering kali tidak menentu. Karena itulah kamu harus lebih giat dibandingkan pekerja tetap yang memiliki pendapatan yang sama setiap bulannya. Meski begitu, kamu tetap harus mengumpulkan sebesar 30% dari penghasilan kamu setiap bulannya.

Kenapa 30%? Angka itu dianggap sebagai acuan rasio utang maksimal yang bisa ditanggung oleh seseorang dari total penghasilan tetapnya. Artinya, jika rasio utang melebihi angka tersebut, maka ini sangat berisiko, sebab besar kemungkinan kemampuan orang tersebut dalam membayar sejumlah utang yang baru adalah nol.

Setiap waktu selalu ada bank yang memiliki promo. Di UrbanAce, ambassador kami juga akan membantu kamu menemukan bank dengan promo terbaik. (foto: pexels)

 

3. Cari bank yang memberikan promo KPR dan beli saat pertama kali dipasarkan
Apakah kamu masuk dalam kategori milenial? Kalau ya, saat ini adalah saat yang tepat untuk kamu membeli rumah. Pasalnya, banyak bank yang memiliki promo KPR bagi milenial.

Hal ini tentu akan membantu kamu dalam mendapatkan promo bunga flat yang lebih panjang daripada umumnya. Atau bisa jadi jumlah DP yang lebih kecil di dan di bawah 10%.

Promo ini bisa kamu dapatkan dengan mencari pameran-pameran properti yang sedang diadakan baik oleh bank ataupun pengembang. Ditambah lagi, kalau kamu rajin mencari promo, carilah rumah yang baru mulai dipasarkan.

Produk rumah baru saat pertama kali dipasarkan biasanya memiliki harga yang paling bersaing alias lebih murah. Ditambah lagi kamu bisa juga dapat dobel promo dari pengembang karena produk itu masih baru dan hangat-hangatnya dipasarkan pengembang.

Nah sebagai freelance kamu kapan mulai untuk berencana membeli rumah? Kalau kamu masih bingung mau beli rumah di mana, kamu bisa loh melihat beragam produk properti yang hangat di UrbanAce.com. (Teti Purwanti)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *